Berita Bone — Suasana bahagia pesta pernikahan di Dusun Mari Mario, Desa Massenreng Pulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berubah mencekam. Seorang pemuda dilaporkan tewas ditikam, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka akibat keributan berdarah yang terjadi di lokasi acara.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 01.00 Wita, saat pesta pernikahan masih berlangsung dengan hiburan elekton. Keributan berujung saling tikam menggunakan badik, senjata tajam khas Sulawesi Selatan.
Kronologi Kejadian Menurut Saksi
Salah seorang saksi mata, Ramal (43), mengungkapkan bahwa kericuhan bermula saat sekelompok penonton naik ke atas panggung untuk berjoget mengikuti alunan musik elekton. Awalnya suasana masih kondusif hingga tiba-tiba terjadi adu mulut antar pemuda.
“Awalnya cuma joget-joget biasa di atas panggung. Tiba-tiba ada yang tersinggung, lalu ribut. Tidak lama kemudian langsung saling tikam,” ujar Ramal.
Kericuhan terjadi begitu cepat sehingga membuat para tamu undangan panik dan berlarian menyelamatkan diri. Beberapa orang mengalami luka akibat terkena tikaman saat berusaha melerai perkelahian.
Baca Juga : Investor Lirik Bulungan: Nilai Investasi Melonjak Tembus Rp13,27 Triliun
Korban Tewas dan Luka-Luka
Satu korban tewas diketahui merupakan pemuda asal Kecamatan Lamuru yang ikut berjoget di atas panggung saat peristiwa terjadi. Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tikaman yang cukup parah.
Sementara itu, empat korban lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. Kondisi para korban luka dilaporkan stabil.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Pihak kepolisian dari Polres Bone langsung turun ke lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi. Sejumlah barang bukti berupa badik turut diamankan dari lokasi.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan identitas pelaku. Beberapa saksi sudah kami periksa,” ujar salah satu petugas kepolisian di lokasi.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Warga Trauma, Pesta Dihentikan
Akibat kejadian ini, pesta pernikahan langsung dihentikan. Suasana duka menyelimuti keluarga korban dan warga sekitar. Banyak warga mengaku trauma atas peristiwa berdarah yang terjadi di tengah acara yang seharusnya menjadi momen bahagia.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membawa senjata tajam ke tempat hiburan atau acara keramaian, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.


















