Berita Bone – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santriwati asal Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru, Kabupaten Bone. Azizah Putri Firdan, bersama tim Majelis Debat Bahasa Arab Putri Sulawesi Selatan, berhasil meraih Juara I pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) 2025 yang digelar di Kabupaten Wajo pada Senin (6 Oktober 2025).

Banggakan Sulawesi Selatan di Tingkat Nasional
Keberhasilan tim debat bahasa Arab asal Sulawesi Selatan ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi pesantren Al-Junaidiyah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Bone. Kompetisi MQKN yang diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut menampilkan berbagai cabang lomba keilmuan Islam, termasuk debat bahasa Arab yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kefasihan berbahasa, dan pemahaman terhadap teks-teks klasik (kutub turats).
Baca Juga : Bupati Bone Buka Talenta Fair 2025
“Alhamdulillah, kemenangan ini adalah hasil kerja keras, latihan rutin, dan dukungan penuh dari para ustaz dan pengasuh pondok,” ujar Azizah dengan penuh syukur usai pengumuman pemenang. Ia juga berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus mengasah kemampuan intelektual dan bahasa asing.
Peran Pesantren dan Dukungan Pemerintah
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi Azizah dan tim menjadi bukti bahwa santri dari daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Ini membuktikan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya fokus pada aspek keagamaan, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir global, termasuk penguasaan bahasa Arab dan Inggris,” ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bone turut memberikan ucapan selamat dan apresiasi. Pemda menilai keberhasilan ini menjadi cerminan kualitas pendidikan keagamaan di Bone yang terus berkembang dan berkontribusi dalam mencetak generasi berprestasi.
Lomba Bertaraf Internasional
Menariknya, cabang Debat Bahasa Arab dalam ajang MQKN 2025 kali ini mengusung standar internasional, dengan juri yang berasal dari lembaga-lembaga bahasa dan universitas luar negeri, termasuk dari Mesir dan Arab Saudi. Penilaian mencakup aspek tata bahasa, kecepatan berpikir, argumentasi logis, serta sikap dalam berdebat.
Dengan kemenangan ini, tim Sulawesi Selatan berhak mewakili Indonesia dalam Kompetisi Debat Bahasa Arab Internasional yang akan digelar tahun depan.
Inspirasi bagi Santri di Indonesia
Prestasi santriwati Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru menjadi inspirasi bagi para pelajar dan santri di seluruh Tanah Air. Mereka membuktikan bahwa dengan semangat belajar, disiplin, dan tekad kuat, santri dari daerah pun bisa menorehkan prestasi di kancah nasional maupun internasional.
“Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus berkiprah dan mengharumkan nama Bone, Sulawesi Selatan, serta Indonesia di mata dunia,” tutup Azizah dengan penuh haru dan semangat.


















