Berita Bone – Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memadati Bioskop Planet Sinema Watampone pada Jumat (19/9/2025). Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film Cyberbullying, sebuah film edukatif yang mengangkat fenomena kekerasan digital di era modern.

Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian roadshow Bincang-Bincang Budaya Sinema (B3S) Filmmakers Go to Pesantren 2025 dengan tajuk Santri Masuk Bioskop.
Peserta dari Berbagai Pesantren
Santri yang hadir berasal dari sejumlah lembaga pendidikan keagamaan di Bone, antara lain Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, MA As’adiyah Uloe, Pondok Pesantren Darul Huffadh Kajuara, Madrasah Hafiz Qur’an Tonra, hingga MAN 1 Bone. Kehadiran mereka didampingi para pengasuh pesantren, sehingga suasana nobar berlangsung tertib, semarak, sekaligus sarat makna. Banyak santri mengaku ini adalah pengalaman pertama mereka masuk bioskop, sehingga memberikan kesan tersendiri.
Baca Juga : Satlantas Bone dan Jasa Raharja Bagikan Helm Gratis
Film dengan Pesan Moral Kuat
Film Cyberbullying dipilih karena relevan dengan kehidupan generasi muda yang tidak terlepas dari dunia digital. Melalui cerita yang ditampilkan, para santri diajak memahami dampak negatif perundungan di media sosial, mulai dari tekanan psikologis hingga potensi terjadinya depresi. Film ini juga memberikan pesan moral penting tentang bagaimana menggunakan teknologi secara bijak, serta mendorong para santri untuk saling mendukung dalam mencegah tindak perundungan digital.
Upaya Edukasi Lewat Media Film
Menurut panitia, program Santri Masuk Bioskop merupakan cara kreatif untuk mengedukasi generasi muda melalui media yang mudah diterima, yaitu film. Dengan memadukan hiburan dan pendidikan, diharapkan pesan mengenai bahaya cyberbullying bisa tersampaikan lebih efektif. Para pengasuh pesantren pun menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan upaya mendidik santri agar bijak dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
Harapan untuk Generasi Santri Digital
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para santri di Bone untuk mengenali sekaligus mewaspadai bentuk-bentuk perundungan siber. Harapannya, santri tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki literasi digital yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman. Dengan pengalaman masuk bioskop sekaligus mendapatkan edukasi melalui film, para santri diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan positif di lingkungan mereka masing-masing.


















